Tampilkan postingan dengan label NLP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NLP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

Dampak Perlakuan Orang Tua Kepada Anak

Dampak Perlakuan Orang Tua Kepada Anak


Apa yang terjadi pada kita saat ini, lebih banyak ditentukan oleh perlakuan orang tua kita di masa lalu, dan perlakuan kita saat ini kepada anak-anak kita, akan mempengaruhi masa depan kehidupan mereka.
Perlakuan orang tua: Sering mendapat kritikan secara terus menerus, tidak dihargai, tidak dicintai dan tertolak dari orang tua dan orang terdekat sewaktu kecil.
Dampak pada anak: Cenderung menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berharga dan selalu merasa tertolak di tengah orang lain.

Kecerdasan Kinestetik Kerap Diremehkan

Kecerdasan Kinestetik Kerap Diremehkan


Sabtu merupakan hari yang dinantikan Sheva (7 tahun). Ayah ibu telah menjadwalkan Sabtu sebagai hari olahraga keluarga. Sheva bersama adiknya, Dira (4), diajak lari-lari keliling stadion Senayan. Setelah itu, ayah mengajak Sheva bermain bola. Dira bersama ibu naik sepeda di sekitar lapangan.Kegemaran Sheva berolahraga tampak pula di sekolah. Selain jago basket dan sepak bola, beberapa kali ia meraih juara atletik mewakili sekolahnya. Beberapa bulan lalu, ia ingin masuk les sepak bola anak-anak. Tapi, Diana, ibu Sheva, menggelengkan kepala.

Alasannya, olahraga sekadar hobi, tak perlu pendalaman. Lebih baik Sheva mengikuti les pelajaran, membenahi prestasi akademisnya yang jeblok. ''Saya ingin Sheva kuliah di ekonomi supaya sukses secara finansial, bukan menjadi atlet yang masa masa depannya belum jelas," kata Diana.Benarkah anak-anak yang memiliki kecerdasan fisik (kinestetik, red) tidak memiliki masa depan yang cerah?

Terkendali dan bertujuan
Menurut Prof Howard Gardner, setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda dengan kadar pengembangan yang berbeda pula. Psikolog dari Harvard University ini mengembangkan model multiple intelligences. Ia membagi kecerdasan menjadi delapan macam kecerdasan, di antaranya kinestetik, yaitu kecerdasan fisik.

Kecerdasan kinestetik sejajar dengan tujuh kecerdasan lain, yaitu kecerdasan linguistik, kecerdasan logik matematik, kecerdasan visual dan spasial, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Apa maksud kecerdasan fisik atau kinestetik itu? Kecerdasan fisik (kinestetik.red) yaitu kemampuan seseorang untuk mengungkapkan ide, kekuatan, keterampilan dan mengekspresikan dirinya terkait dengan olah tubuh. Anak-anak kinestetik ini menyukai hal-hal berkaitan dengan gerak, seperti berolah raga, seni (pantomim, akting, koreografer), dan keterampilan tangan.

Tipe kinestetik anak, katanya, sudah bisa terlihat sejak usia empat tahun. Anak tersebut senang bergerak. Saat masuk ke bangku sekolah, gelagatnya lebih nyata. Anak kinestetik menyukai olahraga, lebih memilih ekstrakurikuler olahraga dibandingkan sains. Maksud bergerak di sini tentu saja bergerak yang masih terkendali, teratur, bukan gerakan asal-asalan dan tak bertujuan.

Keunggulan anak kinestetik, sangat cepat menghafal berkaitan dengan gerakan dan urutan. Menari, misalnya, membutuhkan gerakan yang berurutan, tidak asal gerak. Begitu pula olahraga. "Anak-anak termasuk kinestetik terlihat ketika menari sangat luwes, terampil, tidak kaku. Olahraga pun begitu, semangat, lincah, menguasai, dan lebih unggul dibandingkan yang lain."

Senin, 09 Desember 2013

FINGERPRINT : CARA ASYIK MENGETAHUI POTENSI ANAK

Sesungguhnya sidik jari merupakan “pesan indah” dari Tuhan untuk kita agar kita dapat memahami potensi yang kita miliki seutuhnya.
Begitulah, di pagi yang indah, terlihat sepasang orang tua muda sedang berdiskusi dengan hangat. Hal yang mereka diskusikan tidak lain ternyata mengenai putri kecil mereka yang cantik bernama: Aisya. Sambil meneguk segelas teh hangat sang bunda bertanya pada ayah: “Kira-kira nanti putri kita bagusnya jadi apa ya ayah? Bunda masih bingung. Sekolah sih banyak yang bagus,” kata si isteri.
Dan entah kenapa, si bunda jadi khawatir, jika ternyata sekolah yang ada, tidak cocok dengan putri mereka. “Bunda ingin memberikan yang terbaik untuk Aisya,” tambahnya. Mendengar kalimat yang terucap dari bibir sang bunda, sang ayah pun berkomentar.

KENALI BAKAT SUKSES MENDEKAT

Saat ini,Mau Tidak mau tahu untuk menghadapi era globalisasi ini dimana persaingan di segala bidang terutama kompetensi  tenaga kerja yang semakin kompetitif ini,para orang tua dituntut untuk “ cerdas “ mempersiapkan sedini mungkin masa depan anaknya agar kelak memiliki SDM dengan prestasi tinggi yang berkualitas dan berkompetesi unggul di bidangnya masing-masing.

Prestasi Tinggi dan SDM yang berkualitas akan lebh mudah dicapai bila berpijak pada potensi dan bakat seseorang.
Namun, permasalahannya seringkali kita tidak menyadari potensi genetis dalam diri kita dan anak kita sendiri. Sehingga membuat para orang tua banyak mencoba-coba ( trial error ) dalam merencanakan masa depan  anak.Akibatnya,pola pendidikan yang diberikannyapun kurang tepat, mulai pilhan kursus, jurusan sekolah, hingga kuliah yang menyebabkan anak tidak mampu berkembang setajam-tajamnya !

Kini,ada satu alternative yang cukup menjanjikan untuk mengetahui potensi seseorang khususnya yang bersifat genetic ( bawaan lahir ) yakni dengan pengukuran biometric menggunakan scan sidik jari.Tujuan utamanya adalah menemukan potensi yang tersembuni pada anak,membantu anak untuk mengatasi kelemahan kelemahan yang dimilikinya dan membimbingnya untuk mencapai sukses melalui potensi & bakat terbaik yang dimilikinya. Lebih lanjut hubungi PT Fingerprint di 081 330 330 354 cp Bambang Wahyudi

MUTIARA KATA

VSIcenter.com | Peluang Bisnis VSI | Veritra Sentosa Internasional | Veritra Pay | Habs Pro | Bisnis Ustadz Yusuf Mansur
VSIcenter.com | Peluang Bisnis VSI | Veritra Sentosa Internasional | Veritra Pay | Habs Pro | Bisnis Ustadz Yusuf Mansur