Tampilkan postingan dengan label mindmapping. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mindmapping. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2013

MENITI PRESTASI MELALUI ANALISA POTENSI DARI SIDIKJARI

DERMATOGLYPHICS
Istilah Dermatoglyphics berasal dari kata bahasa yunani kuno, derma=”kulit,” glyph=”seni ukiran.” Dalam bahasa sederhana bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari pola sidikjari.

Ilmu Dermatoglyphics ditemukan oleh Prof. Harold Cummins di abad-20. Sejak tahun 1920, banyak sekali publikasi riset mengenai studi Dermatoglyphics dalam bidang medis, terutama kaitannya dengan kelainan genetis. Ilmu Dermatoglyphics didasari oleh metode ilmiah yang telah berlangsung lebih dari 200 tahun. Penelitian melahirkan fakta-fakta statistik dibidang antropologi, kedokteran, dan psikologi. 

Saat ini area kecerdasan bakat dan potensi genetis seseorang dari sidik jari sejak usia dini, sehingga orang tua dapat memberikan stimulasi yang sesuai untuk tumbuh kembang serta minat anak dengan optimal.

INTERPRETASI GAYA MOTIVASI DALAM SIDIK JARI

Pada dasarnya, teori Maslow (1954) adalam mengenai kebutuhan dasar (the basic needs), bukan mengenai motivasi. Namun, teori ini kemudian dikenal sebagai teori motivasi Maslow. Mengapa demikian? Adakah hubungan kebutuhan (needs) dengan motivasi sehingga meskipun yang dibicarakan Maslow adalah needs, hal itu disebut juga dengan motivation?
Pada diri manusia, ada sejumlah kebutuhan dasar, yang mau tidak mau harus dipenuhi. kebutuhan itu bersifat instingtif, ada dengan sendirinya, seperti juga ada kebutuhan yang harus dipenuhi tersbeut, manusia terdorong (termotivasi)untuk mencari jalan (upaya) memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi, kebutuhan mendorong munculnya motivasi. Itulah sebabnya teori kebutuhan Maslow itu diesebut juga dengan teori motivasi. Dengan kata lain, teori motivasi Maslow berdasarkan pada kebutuhan dasar manusia.

Dan ALQURAN Menyebut UNIKNYA Sidik Jari....

Tanda Pengenal Manusia pada Sidik Jari




Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.
Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4) 
-----
Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.
Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia. 
-----

Selasa, 24 Desember 2013

Dampak Perlakuan Orang Tua Kepada Anak

Dampak Perlakuan Orang Tua Kepada Anak


Apa yang terjadi pada kita saat ini, lebih banyak ditentukan oleh perlakuan orang tua kita di masa lalu, dan perlakuan kita saat ini kepada anak-anak kita, akan mempengaruhi masa depan kehidupan mereka.
Perlakuan orang tua: Sering mendapat kritikan secara terus menerus, tidak dihargai, tidak dicintai dan tertolak dari orang tua dan orang terdekat sewaktu kecil.
Dampak pada anak: Cenderung menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berharga dan selalu merasa tertolak di tengah orang lain.

Cara Mengetahui Lidah Yang Sehat



Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara dan Juga membantu membolak-balik makanan dalam mulut.
Lidah merupakan massa jaringan pengikat otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot. Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Bagaimana cara membedakan lidah yang sehat dengan yang tidak sehat?

Pertanyaan ini sering di kemukakan bagi orang-orang yang lidahnya pernah bermasalah, membedakan lidah yang sehat dengan yang tidak sehat bisa dilihat dari warna lidah tersebut. Biasanya warna lidah normal adalah pink. Bila lidah berubah warna seperti di bawah ini kemungkinan menderita beberapa penyakit :

1. Lidah Putih
Orang yang lidahnya berwarna putih biasanya tampak pada penderita tipus, orang yang pencernaannya terganggu, gejala influenza, atau kurang darah. Jika lidah putih tipis tipis, itu kekurangan darah. Jika warna lidah pucat dan lembab seperti lapisan lemak, tanda kedinginan/ gejala influenza. Jika lidah putih tebal, adalah salah satu gejala penyakit kelamin.

2. Lidah Merah
Lidah berwarna dari lidah normal sedikit merah, merah cerah lebih buruk, menunjukkan pasien menderita panas. Bila warna merah sedikit kekuningan, menunjukkan demam tinggi. Hanya bagian sisi yang merah atau lidah ditutupi titik titik merah, harus periksa liver pasien. Warna lidah merah cerah, lidah seperti berlumut atau retak, adalah sindrom panas. Lidah merah yang terasa sangat kering, untuk tanda-tanda dehidrasi. Lidah ungu kemerahan menunjukkan adanya luka dalam atau luka pada perut.

3. Lidah Ungu
Lidah ungu menunjukkan pasien menderita demam dan kelainan darah atau peredaran darah yang tidak lancar. Jika seluruh lidah ungu, menunjukkan sangat panas pada organ dalam. Lidah berbintik ungu, harus memeriksa liver (hati) pasien.

4. Lidah kuning
Menandakan panas tubuh yang berlebihan karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol, makanan pedas, mengalami stres emosional dalam jangka panjang, atau akibat merokok.

kedokterangigi.net 

Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Anak



Anak yang cerdas merupakan dambaan setiap ibu, termasuk Anda tentunya. Tahukah Anda, setidaknya ada faktor penting yang mempengaruhi kecerdasan seorang anak, yakni faktor genetik (keturunan), nutrisi, dan stimulasi lingkungan. Ketiga faktor tadi sangat berpengaruh dan saling mendukung terhadap pencapaian potensi anak yang optimal.

Faktor genetik memang tidak dapat diubah. Namun jangan lupakan faktor nutrisi dan stimulasi. Orang tua yang cerdas akan memperhatikan kebutuhan anaknya akan nutrisi dan stimulasi sejak dini. Sehingga bukan tidak mungkin anak Anda nantinya tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Nutrisi Terbaik
Pada saat dilahirkan, setiap bayi memiliki sekitar 100 milyar sel otak, namun belum semua sel-sel otak bayi saling terhubung dengan sempurna. Otak mengalami masa konstruksi sejak janin hingga dekade pertama masa kanak-kanak. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan hubungan antar sel tersebut adalah melalui pemberian nutrisi. Selama masa konstruksi ini, lebih banyak sel-sel syaraf yang terbentuk dan dipakai. Kekuatan dan jumlah hubungan baru antar sel-sel syaraf tersebut menjadi dasar untuk memori pada seorang anak sampai masa dewasa.

Kecerdasan Kinestetik Kerap Diremehkan

Kecerdasan Kinestetik Kerap Diremehkan


Sabtu merupakan hari yang dinantikan Sheva (7 tahun). Ayah ibu telah menjadwalkan Sabtu sebagai hari olahraga keluarga. Sheva bersama adiknya, Dira (4), diajak lari-lari keliling stadion Senayan. Setelah itu, ayah mengajak Sheva bermain bola. Dira bersama ibu naik sepeda di sekitar lapangan.Kegemaran Sheva berolahraga tampak pula di sekolah. Selain jago basket dan sepak bola, beberapa kali ia meraih juara atletik mewakili sekolahnya. Beberapa bulan lalu, ia ingin masuk les sepak bola anak-anak. Tapi, Diana, ibu Sheva, menggelengkan kepala.

Alasannya, olahraga sekadar hobi, tak perlu pendalaman. Lebih baik Sheva mengikuti les pelajaran, membenahi prestasi akademisnya yang jeblok. ''Saya ingin Sheva kuliah di ekonomi supaya sukses secara finansial, bukan menjadi atlet yang masa masa depannya belum jelas," kata Diana.Benarkah anak-anak yang memiliki kecerdasan fisik (kinestetik, red) tidak memiliki masa depan yang cerah?

Terkendali dan bertujuan
Menurut Prof Howard Gardner, setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda dengan kadar pengembangan yang berbeda pula. Psikolog dari Harvard University ini mengembangkan model multiple intelligences. Ia membagi kecerdasan menjadi delapan macam kecerdasan, di antaranya kinestetik, yaitu kecerdasan fisik.

Kecerdasan kinestetik sejajar dengan tujuh kecerdasan lain, yaitu kecerdasan linguistik, kecerdasan logik matematik, kecerdasan visual dan spasial, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Apa maksud kecerdasan fisik atau kinestetik itu? Kecerdasan fisik (kinestetik.red) yaitu kemampuan seseorang untuk mengungkapkan ide, kekuatan, keterampilan dan mengekspresikan dirinya terkait dengan olah tubuh. Anak-anak kinestetik ini menyukai hal-hal berkaitan dengan gerak, seperti berolah raga, seni (pantomim, akting, koreografer), dan keterampilan tangan.

Tipe kinestetik anak, katanya, sudah bisa terlihat sejak usia empat tahun. Anak tersebut senang bergerak. Saat masuk ke bangku sekolah, gelagatnya lebih nyata. Anak kinestetik menyukai olahraga, lebih memilih ekstrakurikuler olahraga dibandingkan sains. Maksud bergerak di sini tentu saja bergerak yang masih terkendali, teratur, bukan gerakan asal-asalan dan tak bertujuan.

Keunggulan anak kinestetik, sangat cepat menghafal berkaitan dengan gerakan dan urutan. Menari, misalnya, membutuhkan gerakan yang berurutan, tidak asal gerak. Begitu pula olahraga. "Anak-anak termasuk kinestetik terlihat ketika menari sangat luwes, terampil, tidak kaku. Olahraga pun begitu, semangat, lincah, menguasai, dan lebih unggul dibandingkan yang lain."

Senin, 09 Desember 2013

FINGERPRINT : CARA ASYIK MENGETAHUI POTENSI ANAK

Sesungguhnya sidik jari merupakan “pesan indah” dari Tuhan untuk kita agar kita dapat memahami potensi yang kita miliki seutuhnya.
Begitulah, di pagi yang indah, terlihat sepasang orang tua muda sedang berdiskusi dengan hangat. Hal yang mereka diskusikan tidak lain ternyata mengenai putri kecil mereka yang cantik bernama: Aisya. Sambil meneguk segelas teh hangat sang bunda bertanya pada ayah: “Kira-kira nanti putri kita bagusnya jadi apa ya ayah? Bunda masih bingung. Sekolah sih banyak yang bagus,” kata si isteri.
Dan entah kenapa, si bunda jadi khawatir, jika ternyata sekolah yang ada, tidak cocok dengan putri mereka. “Bunda ingin memberikan yang terbaik untuk Aisya,” tambahnya. Mendengar kalimat yang terucap dari bibir sang bunda, sang ayah pun berkomentar.

Minggu, 17 Maret 2013

KOKOHNYA KEPRIBADIAN


Kokohnya Kepribadian
Rasulullah bersabda yang artinya : Pena pencatat pahala dan dosa diangkat (tidak ditulis) dari 3 kelompok manusia: orang yang sedang tidur, orang yang pingsan sampai dia bangun, dan anak kecil hingga ia menjadi besar (Shahihul Jami').
Ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer kini menegaskan bahwa sel-sel manusia yang di kulit, otot-otot, tulang, dan mata, semuanya mengalami perbaruan pada setiap 7 (tujuh) tahun sekali, kecuali sel pusat syaraf, sebab sel pusat syaraf selesai mengalami perkembangannya pada usia 7 tahun dimana 9/10 otaknya berkembang pada masa 1 - 7 tahun.

Selasa, 15 Februari 2011

Gaya Belajar Cerdas : Modal VAK

Gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana kita menyerap, lalu mengatur dan mengolah informasi.

Modalitas belajar berhubungan dengan kecenderungan kita dalam menyerap informasi yang masuk ke dalam otak, apakah nantinya diproses melalui visual (mata), auditorial (telinga) ataukah gerak (kinestesia).

Dominasi otak (kanan/kiri) berhubungan erat dengan cara kita mengatur dan mengolah informasi. Gaya belajar disebut efektif bila ketiga unsur tersebut dipunyai dan dioptimalkan.

Ada 3 modalitas belajar yang menjadi gaya masing-masing individu :

A. Gaya Belajar Visual (Melihat)

ciri-cirinya :

*) rapi dan teratur.

*) berbicara dengan cepat

*) perencana dan pengatur jangka panjang yg baik

*) teliti terhadap detil

*) Mementingkan penampilan, baik dlm berpakaian maupun presentasi

*) Penge

ja yg baik dan dapat melihat kata-kata yg sebenarnya dlm pikiran.

*) mengingat apa yg dilihat, daripada yg didengar

*) mengingat dengan asosiasi visual

*) biasanya tdk terganggu keributan

*) Mempunyai masalah terhadap instruksi (perintah) verbal, kecuali jika dituliskan dan sering minta bantuan orang untuk mengulanginya

*) pembaca cepat dan tekun

*) Lebih suka membaca daripada dibacakan

*) mencoret

-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat

*) Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain.

*) sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak

*) lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato

*) Lebih suka seni daripada musik

*) Seringkali mengetahui apa yg harus dikatakan tetapi tidak pandai memilih kata-kata.

*) Kadang2 kehilangan konsentrasi ketika ingin memperhatikan.

B.

Gaya Belajar Auditorial (Mendengar)


ciri-cirinya :

*) Berbicara pd diri sendiri saat bekerja

*) mudah terganggu keributan

*) mengg

erakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca.

*) senang membaca dengan keras dan mendengarkan

*) Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara.

*) merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita

*) berbicara dengan irama yang terpola

*) biasanya pembicara yang fasih

*) lebih suka musik daripada seni

*) belajar dengan me

ndengarkan dan mengingat apa yg didiskusikan daripada yg dilihat.

*) Suka berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu panjang lebar

*) mempunyai masalah dengan pekerjaan2 yg melibatkan visualisasi, seperti menggambar ruang/ bentuk 3 dimensi, atau memotong2 bagian2 hingga sesuai satu sama lain.

*) lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya.

*) Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik.

C. Gaya Belajar Kinestesia (Ger

ak)


ciri-cirinya :

*) Berbicara d

engan perlahan

*) menanggapi perhatian fisik

*) menyentuh orang untuk mendapatkan

*) Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang

*) selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak

*) mempunyai perkembangan awal otot2 yg besar.

*) belajar melalui praktek dan rekayasa.

*) menghapal dengan cara berjalan dan melihat.

*) menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca

*) banyak menggunakan isyarat tubuh

*) tidak dapat duduk diam untuk waktu yg lama

*) tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat tersebut sebelumnya.

*)menggunakan kata-kata yg mengandung aksi.

*) kemungkinan tulisannya jelek.

*) ingin melakukan segala sesuatu.

*) menyukai permainan yg menyibukkan

Selasa, 11 Januari 2011

Anak Belajar bagaimana mereka dibesarkan

Children Learn What They Live
(Anak-anak belajar bagaimana mereka dibesarkan)

By Dorothy Law Nolte, Ph.D.

If children live with criticism, they learn to condemn.

(Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki) ;

If children live with hostility, they learn to fight.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi ;

If children live with fear, they learn to be apprehensive.
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah ;

If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri ;

If children live with ridicule, they learn to feel shy.
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri ;

If children live with jealousy, they learn to feel envy.
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian ;

If children live with shame, they learn to feel guilty.
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah;

If children live with encouragement, they learn confidence.
Jika anak dibesarkan dengan motivasi, ia belajar percaya diri ;

If children live with tolerance, they learn patience.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri ;

If children live with praise, they learn appreciation.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai ;

If children live with acceptance, they learn to love.
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai ;

If children live with approval, they learn to like themselves.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri ;

If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan ;

If children live with sharing, they learn generosity.
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan ;

If children live with honesty, they learn truthfulness.
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran, ia belajar kebenaran;

If children live with fairness, they learn justice.
Jika anak dibesarkan dengan keterbukaan, ia belajar keadilan ;

If children live with kindness and consideration, they learn respect.
Jika anak dibesarkan dengan kebaikan hati dan tenggang rasa, ia belajar rasa hormat;

If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan ;

If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan ;


Copyright © 1972 by Dorothy Law Nolte

Senin, 31 Mei 2010

Hebatnya Fungsi Mind Mapping

 Mind Map yang ditemukan oleh tokoh genius dunia Tony Buzan, guru dan idola saya dalam hal Kreatifitas dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain yang lebih luas, antara lain: 


Pemetaan Pikiran 'Mind Map' untuk Pelajar dan Mahasiswa: 

MUTIARA KATA

VSIcenter.com | Peluang Bisnis VSI | Veritra Sentosa Internasional | Veritra Pay | Habs Pro | Bisnis Ustadz Yusuf Mansur
VSIcenter.com | Peluang Bisnis VSI | Veritra Sentosa Internasional | Veritra Pay | Habs Pro | Bisnis Ustadz Yusuf Mansur