Tampilkan postingan dengan label tata krama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tata krama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

Dampak Perlakuan Orang Tua Kepada Anak

Dampak Perlakuan Orang Tua Kepada Anak


Apa yang terjadi pada kita saat ini, lebih banyak ditentukan oleh perlakuan orang tua kita di masa lalu, dan perlakuan kita saat ini kepada anak-anak kita, akan mempengaruhi masa depan kehidupan mereka.
Perlakuan orang tua: Sering mendapat kritikan secara terus menerus, tidak dihargai, tidak dicintai dan tertolak dari orang tua dan orang terdekat sewaktu kecil.
Dampak pada anak: Cenderung menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berharga dan selalu merasa tertolak di tengah orang lain.

Kamis, 10 Februari 2011

Kisah Inspiratif: Kejujuran Membawa Berkah


Al kisah di sebuah wilayah kerajaan nun jauh di sana. Hiduplah dua orang yang saling bersahabat sejak lama. Mereka adalah Abdullah dan Abdurrahman. Abdullah seorang petani yang telah terbiasa bekerja keras. Sedangkan Abdurrahman seorang pedagang yang rajin. Jika Abdullah sedang dalam kesulitan, Abdurrahman selalu membantunya. Begitupula sebaliknya, jika Abdurrahman sedang mendapat masalah, Abdullah pasti akan membantu. Kedua sahabat itu sangat rukun.

Abdullah mempunyai seorang anak perempuan bernama Siti. Anak perempuannya itu senang membantu pekerjaan sang ayah. Selain itu ia juga rajin dan taat beribadah. Sedangkan Abdurrahman memiliki anak laki-laki bernama Naufal, yang juga rajin membantu ayahnya berdagang. Sebagai sahabat karib, keduanya seringkali berkunjung satu sama lain dengan mengajak anak-anak mereka.

Pada suatu hari Abdullah berkunjung ke rumah Abdurrahman. Ia berniat ingin memperluas lahan pertaniannya. Disampaikanlah niat itu kepada sahabatnya
“Abdurrahman sahabatku.. Aku baru saja selesai panen dan Alhamdulillah aku mendapat keuntungan yang sangat besar dari hasil panenku. Sekarang aku berniat untuk menambah lagi lahan pertanianku. Apakah kau punya pandangan lahan yang dijual di daerah sekitar sini?”
Abdurrahman diam sejenak. Ia berpikir.. “Hmm.. Abdullah adalah sahabatku, ini adalah kesempatan untuk membantunya”
“Abdullah.. Bagaimana jika lahanku saja.. Kebetulan aku ada sedikit lahan peninggalan orang tua. Lagipula lahan itu tidak ada yang mengelola karena aku sibuk berdagang. Kau bisa membelinya dengan harga yang pantas”.
“Ohya? Alhamdulillah.. Kau baik sekali, sahabatku. Namun tentunya aku ingin melihatnya lebih dulu, kalau cocok barulah kita bicarakan soal harga”.

Kemudian
mereka bersama-sama menuju ke tempat lahan Abdurrahman yang akan dijual.
“Abdullah.. Inilah lahan yang aku maksud”
“Wah! Lahan ini bagus sekali untuk pertanian. Apakah kau akan menjualnya semua?”.
“Aku akan jual semua untukmu, Abdullah”
“Baiklah, kalau begitu aku akan bayar sesuai dengan harga yang kau minta”

Abdullah pulang dengan hati gembira karena telah mendapatkan lahan pertanian yang baru. Sesampai di rumah ia pun bercerita kepada Siti, anak perempuannya, bahwa ia baru saja membeli lahan yang bagus dari sahabatnya.
“Anakku.. Ayo kita pergi ke kota untuk mencari bibit tanaman dan beberapa alat pertanian. Sebagian alat-alat pertanian kita sudah waktunya diganti yang baru”.
“Baik ayah.. Aku bersiap-siap dulu”

Kees
okan harinya mulailah Abdullah dan Siti menggarap lahan yang baru itu. Mereka bekerja keras tak kenal lelah. Abdullah terus mencangkul tanah dari ujung batas lahan sebelah barat sampai ujung batas sebelah timur. Sementara Siti membantu mencabuti rumput dan menyiapkan makanan untuk ayahnya.

Pada saat Abdullah asyik mengayunkan cangkulnya, tiba-tiba TING!! Terdengar suara nyaring dari ujung cangkulnya. Ia coba sekali lagi mengayunkan cangkulnya, dan.. TING!!, kembali cangkulnya menatap sebuah benda keras.
“Hai! Siti! Coba kemari.. Ayah menemukan sesuatu!”
Siti datang menghampiri ayahnya.
“Ayah! Ayo kita lihat. Benda apa yang ada di bawah sana”
Mereka
bersama-sama menggali tanah. Dan.. Betapa kaget mereka demi melihat apa yang mereka temukan.
“Hahh?! Bokor emas!!” teriak mereka serentak.
Mereka menemukan sebuah bokor emas sebesar buah kelapa dengan cahaya berkilauan.


Siti memungut benda itu dan membersihkannya dari tanah yang masih melekat.
“Waah… Indah sekali Ayah. Pasti harganya sangat mahal! Kita beruntung, Ayah!”
“Tidak! Tidak Anakku! Benda itu bukan milik kita. Kita tidak berhak memilikinya. Ayah hanya membeli lahan ini, bukan isinya. Ayah harus mengembalikan benda ini kepada pemiliknya, Abdurrahman sahabat Ayah”

Abdullah pun bergegas pergi ke rumah sahabatnya dengan membawa bokor emas yang baru saja ia temukan. Sesampai di rumah Abdurrahman..
“Abdurrahman sahabatku, aku temukan benda ini di dalam lahan yang aku beli darimu. Aku tidak berhak memilikinya. Karena aku membayarmu hanya untuk sebidang lahan dan bukan isinya”
“Maaf Abdullah, aku tidak bisa menerima ini. Karena aku menjual lahan itu, tentu saja beserta isinya, jadi itu jelas bukan milikku. Tetapi milikmu”.
“Aku juga tidak bisa menerima ini, Abdurrahman. Aku takut kepada Allah jika mengambil sesuatu yang bukan hakku..”
“Aku pun demikian, Abdullah. Celakalah diriku jika memiliki sesuatu yang bukan hakku”

Mereka bingung harus bagaimana. Sesaat mereka terdiam, lalu salah satu diantara mereka mengusulkan,
“Bagaimana kalau persoalan ini kita laporkan kepada pak Kyai? Agar beliau yang memutuskan semuanya. Dan… Apapun keputusan beliau kita harus menerimanya”
Keduanya sepakat dan sama-sama berangkat menuju rumah pak Kyai.

Sesampai di rumah pak Kyai kedua sahabat itu menyampaikan permasalahan mereka. Pak Kyai berpikir sejenak, lalu mengajukan pertanyaan kepada mereka.
“Abdurrahman... Apakah kau mempunyai seorang anak?”
“Iya pak Kyai. Saya punya seorang anak laki-laki”.
“Hmm… Baik. Apakah anakmu itu sudah cukup dewasa untuk menikah?
“Sudah pak Kyai. Anak saya berumur 26 tahun”.
“Bagus”

“Tuan Abdullah.. Apakah kau mempunyai seorang anak?”
“Iya pak Kyai. Siti adalah anak perempuan saya satu-satunya”
“Berapa usia anakmu?”
“Emm.. Bulan depan, 21 tahun pak Kyai”
“Baiklah… Abdurrahman dan Abdullah.. Tanyakan kepada anak kalian masing-masing, apakah mereka mau dijodohkan. Jika mereka mau, juallah bokor emas itu. Lalu uang hasil penjualannya kalian gunakan untuk membiayai pesta pernikahan anak-anak kalian. Bagaimana?”.

Abdurrahman dan Abdullah saling pandang dengan wajah berseri-seri. Lalu keduanya menganggukkan kepala. Keputusan pak Kyai telah membuat mereka bernafas lega.
“Alhamdulillah.. ini adalah keputusan yang sangat adil”
“Iya.. Kita telah mendapatkan jalan keluar atas permasalahan kita”
“Abdurrahman sahabatku.. Kita benar-benar akan menjadi saudara..!”
“Abdullah.. Kau akan menjadi mertua anakku! Hahaha…!
Kedua sahabat karib itu pulang dari rumah pak Kyai dengan perasaan suka cita. Namun tiba-tiba keduanya terdiam. Ada sesuatu yang mereka lupakan…
“Abdurrahman.. Kenapa kita terlalu bergembira..? Kau kan belum bertanya kepada anakmu, apakah dia mau menikah dengan anakku?”
“Benar Abdullah.. Jangan-jangan anakmu juga tidak mau menikah dengan anakku!”
Mereka kembali terdiam. Pikiran mereka berkecamuk. Mereka kuatir anak-anak mereka menolak dijodohkan. Kalau sampai itu terjadi berarti persoalan bokor emas itu akan muncul kembali. Akhirnya mereka sepakat untuk mengumpulkan anak-anak mereka dan menyampaikan maksud mereka sesuai dengan petunjuk dan nasehat pak Kyai.

Keesokan harinya Abdurrahman mengajak Naufal anaknya berkunjung ke rumah Abdullah. Sementara Abdullah dan Siti sudah menunggu kedatangan mereka. Dengan sangat hati-hati mereka menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan mereka hari itu. Lalu diakhir kalimat mereka, mereka bertanya kepada anak-anaknya..
“Bagaimana anakku? Apakah kalian mau dijodohkan?”
Sejenak Naufal dan Siti saling memandang. Sementara ayah mereka menunggu jawaban dengan hati berdebar. Akhirnya dengan serempak Naufal dan Siti memberikan jawaban yang mengejutkan.
“Kami memang sudah lama saling mencintai. Tetapi kami takut untuk berterus terang kepada Ayah!”
Mengejutkan sekaligus melegakan hati Abdullah dan Abdurrahman. Mereka tidak menyadari bahwa kebiasaan mengajak anak-anak mereka saling berkunjung, rupanya telah menumbuhkan benih cinta diantara anak-anak mereka.

Pesta pernikahan Naufal dan Siti pun dilaksanakan dengan sangat meriah dengan biaya dari hasil penjualan bokor emas. Sebenarnya, bukanlah nilai bokor emas itu yang membuat mereka bahagia, akan tetapi kejujuran dan ketulusan merekalah yang menjadikan bokor emas itu membawa berkah untuk mereka dan kedua anaknya/***Dave Ariant Yusuf W
http://nuansaonline.net/





Selasa, 25 Januari 2011

Self Reframing : Cara merubah cara pandang terhadap diri sendiri

Berikut ini artikel untuk merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri (Self Reframing) :

1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI

“Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat.
Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze)
Perenungan Diri:
1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 - 2 menit.
2. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.
3. Tanyakan ke dalam diri sendiri: “Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?”
4. Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.
5. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.
6. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.
7. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.
8. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: “Besok mau senyum aja aaah…” dan tidurlah dengan senyum… zzz…zzz…
Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?

2. BELAJAR DARI KEKALAHAN
“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,
sesungguhnya Anda tidak kalah” ( Zig Ziglar )
Saat Anda “merasa” kalah, lakukan berikut:
- Duduk diam dan tarik nafas panjang
- Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)
- Ambil pelajaran dari kekalahan itu
- Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur
- Hembuskan nafas secepat mungkin
- Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin
“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,
sesungguhnya Anda tidak kalah”
Pasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama “kalah”.

3. PELAUT TANGGUH …
(Bayangkan WS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)
Hidup adalah rangkaian masalah.
Jika kita melihatnya sebagai masalah.
Hidup adalah rangkaian tantangan.
Jika kita melihatnya sebagai peluang.
Tantangan penting untuk otot pikiran.
Tantangan membuat kita bertumbuh.
Tantangan membuat kita kreatif.
(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)
Bersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.
Karena artinya kita memiliki peluang.
(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)
Ya, sebuah peluang untuk Menang.
Pepatah kuno mengatakan:
“Lautan yang tenang,
tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”
Atasilah masalah dengan:
Tetaplah tersenyum.
Tetaplah bergandengan tangan.
Kita hanyalah berbeda, itu saja.

4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES
“Tidak Ada Jalan yg Mulus utk Sukses,
Giat Bekerja Adalah Kuncinya” (George G Williams )
Perenungan Diri:
Hasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuat
otot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan
“otot” di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.
“Anda tidak mungkin memahami Work Smart,
sebelum Anda memiliki mental Work Hard” (Krishnamurti)
Situasi Indonesia boleh tidak menentu,
tetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan.
Kita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.

5. SIAPA YANG KAYA?
“Siapa yang kaya?
Dia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya.” (Benjamin Franklin)
Perenungan Diri:
Bersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuat
kita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenai
sukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan diri
saja bahwa hal ini benar.

6. CHOOSE TO BE HAPPY …
We always have a choice
We can choose to be happy
or we can choose to be grumpy
But It’s always better, smarter and wiser
to choose to be happy… (Melody Ross)

Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat lagi)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?”

7. SETIA PADA HAL KECIL
Bukan tindakan besar dan hebat,
yang menentukan hidup kita,
melainkan kesetiaan dalam menekuni
pekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti …. (bunda Teresa)
Perenungan Diri:
Bacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap.
Bisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan.
Boleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap.
Atau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.
“kesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil”
“kesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti”
Ya, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna.
Dan, tekad besar untuk menelannya.
Agar jadi bagian indah dalam gelora darah kita.
Karena sang musuh adalah di ego diri.
Tapi, mungkin!

8. IMPIAN PERLU UJIAN
(Baca gaya retorik Bung Karno)
kala impian membuat kita berbeda
kala cara pikir kita ditertawakan
kala senyuman kita disiniskan
kala warna semangat mulai meluntur
kala impian membuat hati bias

justru teruslah maju dan berpegang
teruslah berpegang pada impian kita
bangunlah keyakinan demi keyakinan

bukankah layang-layang terbang tinggi
karena melawan arah angin

(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)
impian kita hanya perlu diuji
diuji untuk membangun keyakinan
(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)
keyakinan untuk mencapainya

9. TUM SPIRO, SPERO
“Tum Spiro, Spero” artinya:
“Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha”
Buanglah kata menyerah dalam hidup ini.
Hidup ini sangat berarti, berkaryalah.
Karena kita adalah manusia, makhluk luar biasa.
Teruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.

Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst… diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.

Hening membuat bening…
Bening membuat jelas…

Krishnamurti

Rabu, 12 Januari 2011

Warna Pakaian Anda Ekspresi Jiwa Anda

Warna-warna yang diminati kita dalam suatu jangka masa yang panjang adalah berkaitan dengan personaliti, kekuatan dan kelemahan. Semua ini akan menunjukkan keupayaan kita dalam kehidupan.

Sesuatu warna yang digemari dan kekal dalam pilihan kita dikenali sebagai warna jiwa. Pada asasnya,warna-warna ini menunjukan kualiti diri dan sifat dalaman seseorang.Ia juga menunjukan cabaran yang kita hadapi akibat kelemahan diri.Cuba lihat pada warna pakaian anda sehari-hari,ini akan membantu anda mendedahkan ciri-ciri dalam diri. Di bawah ini merupakan analisis yang telah dibuat berdasarkan pelbagai ujian psikologi termasuklah ujian Max Luscher.Ujian ini dijalankan oleh para doctor sakit jiwa, ahli psikologi dan tabib untuk membantu mereka mendapatkan maklumat yang tepat mengenai seseorang berdasarkan pilihan warnanya.

Sekiranya anda megemari pakaian berwarna merah….

Anda merupakan seseorang yang suka mendesak, mudah diransang dan lincah. Anda seorang yang bercita-cita tinggi dan selalu inginkan sesuatu perkara, itu berlaku dengan pantas.Anda akan pastikan diri anda sentisa lakukan yang terbaik dalam semua hal. Anda merupakan seorang yang tidak peka terhadap perasaan orang lain apabila anda menjadi daya tarikan utama.belajarlah menjadi seorang pendengar yang baik. Merah melambangkan paksaan dalam hidup.Melalui tindakan anda yang mencemas akan mendesak anda untuk membuat keputusan dan berjaya.S

Sekira memakai pakaian berwarna merah menjadi tabiat anda maka ini menunjukan anda mementingkan keinginan seksual dan ghairah. Semangat tersebut elok digunakan dalam usaha yang kreatif,kepimpinan,pembangunan dan perkembangan. Anda seorang yang berani dan peramah ,tetapi cenderung untuk menjadi seorang yang pemarah sekiranya tidak mencapai kehendak sendiri.Belanjarlah menjadi seorang yang sabar.Warna maroon dan merah bata mengambarkan anda seorang yang ceria tetapi berhati-hati kerana anda juga bersifat pemarah dan selalu berprasangka terhadap orang lain.

Sekiranya anda mengemari pakaian berwana merah jambu…..

Anda merupakan seorang yang penyayang, mencintai alam sekitar,ini membuatkan anda seorang yang cepat bersimpati dan memahami.Anda akan menunjukan kelemahan diri apabila tidak dapat mengawal perasaan sendiri.Anda memerlukan sokongan daripada orang sekeliling anda dan kadang-kadang bersifat kebudak-budakan.Anda belajar menyayangi dan menghargai diri sendiri.Sekiranya anda banyak bergantung pada diri sendiri anda akan kelihatan menarik dan tunjukan kemesraan dan kasih saying anda.

Jika anda memakai pakaian berwarna oranye

Anda adalah seorang yang berkebolehan,mempengaruhi sikap orang lain,serta kurang sabar. Anda juga seorang yang berdikari,mempunyai perancangan dan mampu memotivasikan diri sendiri. Warna Oren melambangkan individu yang pratikal dan kreatif. Anda seorang yang bertenaga,tetapi kadang-kadang anda akan dilanda gelisah. Anda mempunyai keinginan yang tinggi serta berusaha untuk aktif dan mampu bersaing. Anda juga seorang yang periang serta boleh menguasai orang lain. Oren cerah dan Oren menyala boleh membuatkan anda berasa hampa atau gagal. Bagi mengubah peribadi anda ke arah yang lebih lembut,anda boleh memakai pakaian berwarna kuning kemerahan.

Jika anda memakai pakaian berwarna kuning….

Anda seorang yang penuh minat dan peransang. Anda gemar menjadi aktif dan terlibat dalam apa jua aktiviti. Berbekalkan semangat dan keperluan yang tinggi,anda boleh menghadapi cabaran dalam kehidupan. Kuning cerah melambangkan sikap yang spontan dan kebolehan berkomunikasi. Anda seorang yang aktif dan,bercita-cita tinggi dan sentiasa melakukan penyelidikan. Terdapat keinginan serta harapan untuk mencapai kegembiraan, yang sering menimbulkan sedikit konflik pada diri anda yang memerlukan ketenangan. Kuning melambangkan baru, moden, mengalami perkembangan dan belum mempunyai bentuk, serta mampu menghasilkan idea dari pemikiran yang tinggi.

Jika anda memakai pakaian berwarna hijau….

Anda seorang yang berwaspada dan tidak mudah mempercayai orang lain. Anda melihat kehidupan dengan teliti,tetapi tidak ingin untuk terlibat lebih dari yang diperlukan. Kehidupan yang sunyi lebih sesuai bagi anda. Anda merupakan seorang yang murah hati,berperikemanusiaan, serta membantu orang lain untuk mengubah sikap. Jika anda memakai pakaian berwarna hijau kebiruan, anda memerlukan persekitaran yang aman, keinginan mendapatkan ketenangan, serta bebas dari konflik ataupun ketidakpuasan hati anda. Anda sukar untuk mengawal keadaan tersebut menyebabkan ia menimbulkan masalah. Anda seorang yang sensitif dan ia boleh dilihat dari pandangan mata anda. Untuk membantu diri anda membina sikap yang optimis,anda boleh cuba untuk memakai pakaian berwarna kuning pucat dan hijau.

Jika anda memakai pakaian berwarna biru lembut….

Anda seorang yang kreatif, mudah mengerti serta sensitif. Anda mempunyai daya imaginasi yang tinggi serta sentiasa pratikal di dalam kehidupan. Teguran anda adalah secara teliti,anda merupakan penasihat yang baik kerana anda menggunakan pengetahuan anda untuk menyelesaikan masalah. Anda gemar melakukan aktiviti anda mengikut kesesuaian masa anda serta tidak terburu-buru. Anda memerlukan penjagaan keselamatan serta persekitaran yang aman.

Jika anda memakai pakaian berwarna biru gelap….

Anda seorang yang cerdik, mempunyai keyakinan yang tinggi,serta mempunyai perasaan yang mendalam. Anda merasakan anda bertanggungjawab kepada orang lain serta seronok membuat pilihan. Anda memerlukan persekitaran yang tenang,serta dibelai dengan kasih sayang. Anda sering terganggu dengan orang yang bising. Anda mungkin menderita akibat sakit mental jika kurang beriadah serta rehat. Cuba memakai pakaian yang berwarna biru kehijauan atau hijau untuk membantu mengembalikan keyakinan anda serta mempertingkatkan kesihatan anda.

Jika anda memakai pakaian berwarna ungu kebiruan….

Anda seorang yang sensitif serta mudah bersimpati menyebabkan anda mudah dipergunakan. Anda seharusnya berhati-hati ketika memilih sahabat yang sensitif seperti anda. Untuk sentiasa gembira,bekerja dimana anda rasa anda diperlukan. Anda boleh cuba memakai pakaian yang berwarna ungu kemerahan atau merah tua,dimana terdapat lebih banyak warna merah. Ini kerana ia mampu meningkatkan keyakinan diri anda serta melindungi perasaan anda.

Jika anda memakai pakaian berwarna ungu…

Anda seorang yang berkebolehan mengetahui sesuatu melalui bisikan hati,mempunyai perasaan yang mendalam, serta bercita-cita tinggi. Anda berminat untuk berjaya dalam semua bidang,termasuk sahabat anda. Insan yang lain tidak menarik minat anda kecuali terpaksa. Berhati-hati agar anda tidak bersikap bongkak. Cuba luangkan masa anda untuk mendengar. Bunga Orkid,Violet atau Grape boleh membuatkan anda terpegun dengan kepercayaan system,peraturan dan kekerapan orang lain. Cuba bersikap sensitive terhadap diri dan kepercayaan anda. Amalkan Yoga atau pertapaan untuk menenangkan minda anda.

Sekiranya anda berpakaian putih

Putih merangkumi segala warna yang lain dalam spektrum.Ini menunjukkan anda mempunyai keperibadian yang positif,matang dan optimistik.Anda seorang penyendiri,bahkan mungkin menjadi sunyi.Anda mencari suatu gaya hidup yang sederhana dan terbebas daripada tekanan luar.Walaupun anda memilih sesuatu warna yang begitu sederhana dan tulen sahaja,namun ianya yang mencapai pengiktirafan.Anda mungkin sedang mengalami suatu tempoh peralihan dengan buah fikiran baru yang belum diterbit.Untuk berfikiran terbuka dan menjadi peramah,putihkanlah segala benda yang boleh.

Sekiranya anda berpakaian kelabu…

Anda seorang yang sangat tersendiri.Ramai orang mungkin akan berpendapat bahawa anda terlalu yakin pada diri sendiri kerana anda mempunyai kawalan diri yang kuat dan lebih cenderung kekal diri daripada menjalin perhubungan rapat dengan orang lain.

Mereka yang suka berpakaian kelabu berkecenderungan mengasingkan diri mereka,yang telah menyebabkan kesunyian.Anda mungkin menjadi pasif kerana anda rasa bertekanan dan terlalu membebani.Anda dikehendaki berehat,melakukan kegiatan bersantai dan melepaskan diri daripada tekanan harian.Kemungkinan anda memerlukan suatu masa untuk berehat di lautan atau kawasan desa.Mereka yang berpakaian kelabu selalunya menjadi orang yang membuat keputusan dan juga pengkritik yang baik.Oleh itu,mereka yang tidak berupaya membuat pertimbangan dan berusaha sedaya-upaya dalam membuat pendapat sendiri mestilah memilih pakaian kelabu.

Sekiranya anda berpakaian perang…

Perang mengatakan bahawa orang itu jujur,bersifat realistik,suka gaya hidup yang berstruktur dan tolong-menolong.Sebagai peminat kepada segala kebaikan yang diperoleh daripada hidup,anda sentiasa membelai rasa,menghargai makanan,minuman dan juga rakan yang baik.Perang pelambang bumi kita.Warna ini bersifat pelindung,nanum begitu anda mungkin akan memendam emosi atau rahsia yang dapat menyebabkan anda berundur diri and takut dunia luar.Oleh sebab itu,anda akan rasa mendapat perlindungan dengan berpakaian perang atau selut.Ini menunjukkan suatu keinginan untuk berperasaan terjamin dan diterima oleh dunia ini.Anda perlu memahami harga diri dan menangkis fikiran yang sempit.

Sekiranya anda berpakaian hitam…

Anda mempunyai semangat yang kuat,terlalu yakin pada pendapat diri anda dan berdisiplin.Anda mungkin juga sangat degil dan berdikari.Berhati-hati,itulah bukan suatu taktik mempertahankan diri.Kemungkinan anda kekurangan keyakinan dan keupayaan untuk mengendalikan kehidupan anda dengan cekap.Hitam menyebabkan anda kelihatan matang dan menyelubangkan diri anda ketika menyedari akan identiti yang sebenarnya.Hitam juga mewakili perbuatan tidak mengaku,atau dengan kata lain,penyerahan diri yang terakhir.Mereka yang memilih hitam sentiasa ingin menolak segala daripada perlindungan yang kuat.Pakai pakaian hitam dalam situasi yang tertentu menunjukkan anda mempunyai kawalan pada diri mengikut imej berkomunikasi.

Menolonglah...maka kita pasti ditolong...

Ji Yun adalah seorang yang terpelajar pada jaman Dinasti Qing, juga merupakan
seorang sastrawan. Dalam karyanya “Catatan Harian Yue Wei Cao Tang” menulis
kisah tentang seorang yang tertolong karena telah menolong orang lain, yang
hingga saat ini masih sangat bermakna untuk diresapi.

Kisah tersebut adalah sebagai berikut :
Di Kabupaten Xian ada seorang yg bermarga Shi, orang memanggilnya Pak shi, dan
tidak seorangpun yang tahu nama lengkapnya. Pak Shi ini berjiwa besar dan lapang
dada, juga bersifat jujur serta lurus, dan sangat membenci orang2 hina yang
berkelakuan tidak terpuji.

Suatu hari dia baru saja hendak pulang ke rumah. Sesampainya di pusat kota dia
melihat ada satu keluarga yang penampilannya seperti orang dari desa : suami,
istri, serta seorang anak yang masih kecil, tiga orang saling berpelukan sambil
menangis sedih. Para tetangga di sekitar sana menjelaskan, karena mereka
berhutang banyak kepada tengkulak, sang suami hendak menjual istrinya agar dapat
melunasi hutang. Kedua suami istri ini sangat mengasihi satu sama lain dan tidak
rela untuk berpisah. Selain itu anak mereka masih sangat kecil dan membutuhkan
ASI. Kesedihan yang amat sangat meliputi mereka sekeluarga.

Pak shi bertanya. “Berapa hutang mereka?”. Tetangga menjawab, “30 keping emas”.
Pak shi bertanya lagi, “Istrinya akan dijual dengan harga berapa?” Tetangga
menjawab, “Dihargai 50 keping emas, dijadikan istri muda oleh si pembeli.” Pak
Shi bertanya lebih lanjut, “masih bisa dibatalkan dan ditebus kembali?” Tetangga
itu menjawab, “Surat perjanjian sudah ditulis tapi emas belum diberikan, juga
belum distempel cap jari, seharusnya masih dapat ditebus kembali.” Pak Shi
langsung mengeluarkan 70 keping emas dan diserahkan pada sang suami sambil
berkata, “Saya berikan 30 keping emas ini kepada anda untuk melunasi hutang
anda, dan 40 keping emas ini untuk modal kalian membuka usaha. Jangan menjual
istri anda.”

Sang suami setelah memperoleh uang 70 keping emas ini, ia dan istrinya sangat
berterima kasih pada Pak Shi. Kemudian Pak Shi diundang untuk makan malam
bersama di rumahnya, disuguhi dengan masakan dan arak terbaik dan pelayanan yang
hangat. Di sela makan malam sang suami menggendong anak mereka dan mencari
alasan meninggalkan Pak Shi berdua dengan istrinya sambil memberikan kode pada
istrinya dengan lirikan mata yang maksudnya meminta istrinya “membalas kebaikan
dengan tubuhnya”. Sang istri mengangguk tanda setuju. Tak lama berselang sang
istri mulai memberikan tanda2 pada Pak Shi, yang segera disadari oleh Pak Shi.
Raut wajah Pak Shi mendadak berubah menjadi serius dan menghardik dengan penuh
wibawa, “Saya dulu pernah menjadi perampok, kemudian saya berubah haluan dan
menjadi petugas keamanan. Saya pernah membunuh orang tanpa pandang bulu. Jika
saya sekarang memanfaatkan kesempatan ini untuk menodai istri orang berarti saya
sungguh tidak berperikemanusiaan. Hal ini tidak
bisa saya lakukan!! Selesai berkata, Pak Shi langsung keluar meninggalkan rumah
mereka.

Setengah bulan kemudian, tempat kediaman Pak shi terbakar api di tengah malam.
Saat itu bertepatan dengan berakhirnya masa panen musim gugur, setiap rumah di
sekitar situ dipenuhi dengan padi dan hasil panen lain yang melimpah. Angin yang
bertiup semakin cepat mengobarkan api sehingga meluas ke mana2. Pak Shi
sekeluarga 3 orang, karena merasa tidak mungkin lagi menyelamatkan diri, ia
hanya bisa pasrah dengan anak dan istrinya menunggu kematian. Mendadak mereka
mendengar suara berbicara yang bergemuruh, “Cepat singkirkan nama keluarga Pak
Shi dari daftar rumah-rumah yang harus dibakar itu, tidak boleh membakar rumah
Pak Shi.” Menyusul kemudian suara yang menggelegar dari angkasa, tembok belakang
rumah Pak Shi tiba2 roboh. Lengan kiri Pak Shi menggendong istrinya dan lengan
kanan menggendong anaknya menerobos keluar lewat lubang yang menganga di tembok,
ibarat di punggungnya tumbuh sayap, dengan sekali lompatan Pak Shi berhasil
meninggalkan rumah itu cukup jauh.

Setelah kebakaran itu reda, orang2 mulai mendata kembali kerugian yang timbul,
jumlah korban jiwa yang meninggal totalnya ternyata mencapai 90 % dari seluruh
penduduk desa itu. Pak Shi sekeluarga termasuk salah satu yang beruntung masih
selamat dari tragedi itu. Yang lebih aneh lagi, harta bendanya termasuk
persediaan makanan mereka hasil panen yang melimpah tidak ada yang rusak sama
sekali. Setelah tembok belakang rumahnya yang roboh itu diperbaiki lagi,
rumahnya telah kembali seperti sediakala.

Para tetangga Pak Shi semuanya menangkupkan kedua telapak tangan mereka di depan
dada, bersyukur atas keselamatan keluarga Lao Shi, dan berkata, “Dulu kami masih
mentertawakan anda adalah seorang yang bodoh, memberikan begitu saja 70 keping
emas anda kepada orang yang sama sekali tidak anda kenal! Sungguh tidak
disangka, anda telah menyelamatkan nyawa anda sekeluarga hanya dengan 70 keping
emas! Anda harus berterima kasih kepada Dewa atas perlindungan terhadap anda
sekeluarga!”

Ji Yun juga menambahkan dalam bukunya, “Saya berpendapat, Pak Shi sekeluarga
sudah barang tentu akan mendapatkan perlindungan dari Para Dewa. Pahala dari
memberikan emas ini, porsinya hanyalah 40 % saja, akan tetapi menolak menodai
istri orang lain pahalanya adalah 60 %.”

Dari sini dapat kita simpulkan, menolong orang lain sesungguhnya adalah menolong
diri sendiri, tidak menodai kaum wanita, menjaga dan mengekang diri, merupakan
hal yang paling penting dalam hidup sebagai seorang manusia.

NOTE:Kebaikan dan kejahatan pasti akan ada balasannya, waktu pembalasan itu pasti
akan tiba

MUTIARA KATA

VSIcenter.com | Peluang Bisnis VSI | Veritra Sentosa Internasional | Veritra Pay | Habs Pro | Bisnis Ustadz Yusuf Mansur
VSIcenter.com | Peluang Bisnis VSI | Veritra Sentosa Internasional | Veritra Pay | Habs Pro | Bisnis Ustadz Yusuf Mansur