Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Januari 2014

ENTREPRENEUR : DR. IR. CIPUTRA

Kalau Anda sudah merambah dunia bisnis, pasti Anda tidak asing lagi dengan orang yang satu ini: Dr. Ir. Ciputra
Beliau lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan, ia anak ke 3 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga berlatar belakang keluarga sederhana. Ketika berusia 12 tahun ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena tuduhan palsu dianggap mata-mata Belanda.
Kepahitan masa kecil telah menimbulkan tekad dan keputusan penting yaitu memiliki cita-cita bersekolah di Pulau Jawa demi hari depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan. Akhirnya Dr. Ir. Ciputra kecil kembali ke bangku sekolah walau terlambat. Ia terlambat karena negara kita masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda maupun Jepang. Ia masuk kelas 3 SD di desa Bumbulan walau usianya sudah 12 tahun atau terlambat hampir 4 tahun. Ketika usianya 16 tahun lulus dari SD kemudian melanjutkan SMP di Gorontalo dan jenjang SMA di Menado setelah itu memasuki ITB jurusan arsitektur di Bandung. Terlambat tapi bukan berarti terhambat bukan..?

Jumat, 27 Desember 2013

RAHASIA SUKSES : MARK ZUCKERBERG – Pendiri Media Jaringan Sosial FACEBOOK


Mark Zuckerberg mengguncang dunia setelah mendirikan Facebook pada tahun 2004. Facebook tak hanya mengubah cara orang berkomunikasi tetapi juga membuat pendirinya kaya raya. Apa rahasia sukses Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook?

Ada sejumlah kunci suksesnya yang ditelaah oleh para ahli pengembangan bisnis, 7 di antara adalah sebagai berikut:
  1. Mimpi. Facebook didirikan bukan secara kebetulan. Zuckerberg merancangnya mulai dari mimpi. "Kami membangun sesuatu yang kami pikir bagus. Kami ingin membantu orang berbagi foto, video, dan berbagi pesan satu sama lain," ujarnya.
  2. Berpikir Besar. Meski awalnya "proyek" kampus, Zuckerberg, berpikir bahwa dengan Facebook cara berkomunikasi orang akan berubah. "Dengan memberi orang kekuatan untuk berbagi, kami membuat dunia lebih transparan," ujarnya.
  3. Mulailah dari Kecil. Beruntunglah di zaman teknologi informasi ini karena suatu usaha bisa dimulai dari ukuran kecil tanpa kehilangan gema besarnya. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulainya. Bisnis sukses seperti yang dilakukan Bill Gates (Microsoft) dan Steve Jobs (Apple) dimulainya juga dari kecil (garasi rumah). Begitu juga dengan Mark Zuckerberg yang mulai membangun Facebook dari kamarnya yang kecil.
  4. Percaya pada Diri Sendiri. Memulai bisnis tentu bukan pekerjaan mudah. Namun bekal pengetahuan dan kemampuan bisa mempermudahnya. Percaya pada kemampuan diri sendiri menjadi hal paling penting. "Saya memulai bisnis website ketika masih 19 tahun. Saya tak tahu apa-apa soal bisnis. Tetapi kunci simpelnya adalah, jika kita memulainya dari sesuatu yang lebih mudah, kita pasti bisa membuat suatu progress (kemajuan)," katanya. Jadi mulailah dari hal yang paling mudah, jangan tinggal diam.
  5. Ikuti Gairah. Pekerjaan apa yang membuat kita bergairah? Di situlah bakal sukses kita berada. Zuckerberg begitu menyukai duduk berlama-lama di depan komputer sejak anak-anak untuk membuat suatu program. Gairah itu ia pelihara hingga kuliah. Kendatipun ia drop-out, bukan berarti gairahnya berkurang. Justru ia makin tertantang hingga lahirlah Facebook.
  6. Tekun dan Fokus. Fokuslah pada impian kita dan tekunlah mengerjakannya. Jangan cepat menyerah karena tak ada sukses yang didapat dengan mudah, termasuk prestasi ajaib yang diraih Zuckerberg dalam membangun Facebook. "Orang berpikir bahwa kami membangunnya seperti fiksi. Padahal kami harus bekerja keras. Kami duduk di depan komputer selama enam tahun untuk membuat kode," katanya.
  7. Tak Perlu Takut Menghadapi Para Raksasa. Zuckerberg memulai Facebook dengan impian website itu akan jadi jantung industri internet. Padahal saat itu sudah ada raksasa yang sulit digoyahkan, yaitu Google. Namun selalu ada jalan baru, model baru, atau peluang baru yang belum digarap pihak lain. Karena itu tak perlu takut memulai hal yang baru dan bersaing menghadapi raksasa. Selama kita yakin apa yang dilakukan adalah sesuatu hal baru dan potensial menjadi raksasa, tak perlu takut memulainya. Keberanian adalah modal utama orang-orang sukses. Buktinya, meski sudah ada raksasan, Facebook tumbuh menjadi raksasa baru.



Nah, seperti apa impian Anda? Mulailah dari kecil, tekun menggarapnya, tetap jaga gairahnya, dan jangan takut bersaing. Sukses berada di depan kita.

Kamis, 26 Desember 2013

Dan ALQURAN Menyebut UNIKNYA Sidik Jari....

Tanda Pengenal Manusia pada Sidik Jari




Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.
Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4) 
-----
Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.
Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia. 
-----

Senin, 09 Desember 2013

FINGERPRINT : CARA ASYIK MENGETAHUI POTENSI ANAK

Sesungguhnya sidik jari merupakan “pesan indah” dari Tuhan untuk kita agar kita dapat memahami potensi yang kita miliki seutuhnya.
Begitulah, di pagi yang indah, terlihat sepasang orang tua muda sedang berdiskusi dengan hangat. Hal yang mereka diskusikan tidak lain ternyata mengenai putri kecil mereka yang cantik bernama: Aisya. Sambil meneguk segelas teh hangat sang bunda bertanya pada ayah: “Kira-kira nanti putri kita bagusnya jadi apa ya ayah? Bunda masih bingung. Sekolah sih banyak yang bagus,” kata si isteri.
Dan entah kenapa, si bunda jadi khawatir, jika ternyata sekolah yang ada, tidak cocok dengan putri mereka. “Bunda ingin memberikan yang terbaik untuk Aisya,” tambahnya. Mendengar kalimat yang terucap dari bibir sang bunda, sang ayah pun berkomentar.

KENALI BAKAT SUKSES MENDEKAT

Saat ini,Mau Tidak mau tahu untuk menghadapi era globalisasi ini dimana persaingan di segala bidang terutama kompetensi  tenaga kerja yang semakin kompetitif ini,para orang tua dituntut untuk “ cerdas “ mempersiapkan sedini mungkin masa depan anaknya agar kelak memiliki SDM dengan prestasi tinggi yang berkualitas dan berkompetesi unggul di bidangnya masing-masing.

Prestasi Tinggi dan SDM yang berkualitas akan lebh mudah dicapai bila berpijak pada potensi dan bakat seseorang.
Namun, permasalahannya seringkali kita tidak menyadari potensi genetis dalam diri kita dan anak kita sendiri. Sehingga membuat para orang tua banyak mencoba-coba ( trial error ) dalam merencanakan masa depan  anak.Akibatnya,pola pendidikan yang diberikannyapun kurang tepat, mulai pilhan kursus, jurusan sekolah, hingga kuliah yang menyebabkan anak tidak mampu berkembang setajam-tajamnya !

Kini,ada satu alternative yang cukup menjanjikan untuk mengetahui potensi seseorang khususnya yang bersifat genetic ( bawaan lahir ) yakni dengan pengukuran biometric menggunakan scan sidik jari.Tujuan utamanya adalah menemukan potensi yang tersembuni pada anak,membantu anak untuk mengatasi kelemahan kelemahan yang dimilikinya dan membimbingnya untuk mencapai sukses melalui potensi & bakat terbaik yang dimilikinya. Lebih lanjut hubungi PT Fingerprint di 081 330 330 354 cp Bambang Wahyudi

Minggu, 17 Maret 2013

Harmonisasi: Kunci Kebahagiaan


Happiness is when: what you think, what you say, and what you do are in harmony. (Mahatma Gandhi)

Seorang murid bertanya kepada gurunya apa yang dimaksud dengan kebahagiaan itu. Sang guru tersenyum dan diam. Karena tak puas murid itu kemudian bertanya lagi apakah penderitaan itu. Sang guru kemudian tertawa terbahak-bahak dan diam. Kali ini sang murid menjadi penasaran dan murid itu bertanya lagi apakah kebijaksanaan itu. Sang guru menangis dan diam. Murid tersebut pun merasa bingung dengan jawaban sang guru. Ia pun bertanya mengapa gurunya tersenyum, tertawa terbahak-bahak, dan menangis kemudian diam setelahnya.
Sang guru menjawab ia tersenyum karena semua orang pasti mengharapkan kebahagiaan. Ia tertawa terbahak-bahak karena walaupun semua orang mengatakan ingin bahagia namun mereka justru melakukan hal yang sebaliknya yang tidak akan membuat mereka bahagia. Muridnya tertegun kemudian bertanya mengapa gurunya menangis saat ditanya apa kebijaksanaan itu. Sang guru menjawab bahwa ia menangis karena sedih dengan kenyataan bahwa hanya sedikit orang yang mengerti kebijaksanaan. Dan tanpa ditanya oleh muridnya, sang guru meneruskan penjelasannya mengapa ia selalu diam setelah semua itu. Sang guru terdiam karena mengetahui sepenuhnya bahwa tiada yang dapat dilakukan untuk merubah semua itu, karena segala sesuatu sesungguhnya berpulang dan tergantung sepenuhnya pada diri sendiri…
Salam hebat untuk Anda semua,

Mengenali 7 Sumber Tekanan Mental untuk Menggapai Kebahagiaan


Setiap manusia ingin mendapatkan kebahagiaan. Banyak dari mereka menempuh berbagai upaya untuk mendapatkannya. Ada yang bekerja keras, mendalami spiritual dan bahkan ada yang sampai minum minuman keras dan menggunakan narkoba. Setelah sekian lama mencari banyak yang menyadari bahwa yang mereka dapatkan adalah sesuatu yang semu.
Salah satu cara yang bisa kita tempuh untuk menggapai kebahagiaan adalah dengan mengenali sumber ketidakbahagiaan dan kemudian meniadakannya.
Pada artikel sebelumnya kita telah mengenali 4 keinginan dasar manusia. Ada baiknya kita ingat lagi sekilas. Yang pertama adalah keinginan untuk menapatkan rasa aman, kemudian keinginan untuk mengendalikan/dikendalikan lalu keinginan untuk  mendapatkan persetujuan atau penerimaan, dan yang terakhir adalah keinginan untuk dianggap spesial atau berbeda dari yang lain. Setiap tindakan fisik kita didasari oleh pikiran yang dilandasi oleh keempat hal mendasar tersebut. Kita rela melakukan upaya apapun untuk mendapatkan keempat hal itu secara sadar ataupun bawah sadar.

Apa Yang Menarik Untuk Di Buru Orang Dalam Hidup … ?


Yang tinggal di gunung merindukan pantai.

Yang tinggal di pantai merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan
Di musim hujan merindukan musim kemarau
Diam di rumah merindukan bepergian
Setelah bepergian merindukan rumah
Waktu tenang mencari keramaian
Waktu ramai mencari ketenangan
Setelah berkeluarga, belum punya anak mengeluh, setelah memiliki anak mengeluh biaya hidup dan pendidikan

TUA itu PASTI, tapi DEWASA itu PILIHAN


Suatu malam, Ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam selesai menghidangkan makan malam untuk Ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong!
Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja, pasti sudah capek, dan melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
Luar biasa! ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan Ibu dengan tersenyum, dan bahkan berkata, “Bu, terima kasih ya!” Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selasa, 05 April 2011

3 Jurus Cerdas menuju kesuksesan


Dalam persaingan yang semakin ketat seperti saat ini, bekerja cerdas menjadi sebuah tuntutan bagi orang yang mau sukses. Tentu saja tanpa meninggalkan kerja keras, karena Anda akan tetap kalah bersaing jika hanya memilih salah satunya. Saya sudah membahasnya di artikel sebelumnya yaitu Bekerja Keras Atau Bekerja Cerdas?
Pada kali ini, saya akan membahas khusus tentang bekerja cerdas. Saya memiliki 3 jurus yang bisa Anda pelajari dan kuasai sehingga Anda bisa bekerja dengan cerdas. Tentu saja, diperlukan penjelasan panjang lebar untuk membahas ketiga jurus ini. Artikel ini sebagai panduan untuk langkah selanjutnya.
Bekerja Cerdas Dengan Kekuatan Manajement (Management Power)

Rabu, 02 Maret 2011

Tips Memberi Stimulasi Pada Anak Usia Emas ( Golden Age )

Your webmaster search is: golden age anak (Golden Age) adalah masa-masa dimana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemuadian hari. Walaupun beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan tentang rentang waktu masa golde age, yaitu 0-2 th, 0-3 th, 0-5 th atau 0-8 th, namun semuanya sepakat bahwa awal-awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka. Oleh karena itu masa Golden Age sering pula dikenal dengan “masa-masa penting anak yang tidak bisa diulang”. Di masa-masa inilah, peran orang tua dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual. Berikut ini adalah tips dalam memberikan stimulasi/rangsangan anak pada masa golden age guna mengoptimalkan kecerdasan mereka:
1. Stimulasi yang Anda berikan bisa berupa pengalaman di alam terbuka. Untuk anak-anak pengamatan mereka akan alam sangat detil. Anak-anak biasanya akan belajar banyak dengan hanya mengamati. Orang tua bisa bercerita tetang alam dan binatang. Jawablah pertanyaan anak dengan bahasa mereka yang sederhana. Dan lebih banyak ajukan pertanyaan untuk menggugak rasa ingin tahu anak.
2. Anak juga belajar dengan mengamati dan meniru Anda. Maka sebagai orang tua Anda bisa menstimulasi mereka dengan menjadi teladan anak. Kalau Anda senang membaca, kemungkinan besar anak pun akan demikian.
3. Jangan berika target, tetapi hargailah anak atas usahanya. Kalau anak diberi standar-standar harus bisa membaca pada usia sekian, anak harus pandai membaca, mkaa anak akan mati-matian menyenangkan orang tuanya walaupun hati mereka tidak bahagia.
4. Pujilah mereka atas usahanya. Berikan mereka reward atas usaha yang telah mereka berikan dengan hal yang bermanfaat, misalnya dengan mengajak mereka jalan-jalan ke toko buku, taman pintar, water boom dan lain-lain.
5. Berikan mainan yang bermanfaat bagi perkembangan keterampilan anak seusia mereka. Berilah mereka kasih sayang dan rasa aman sehingga mereka pun akan sanggup memberi kasih sayang pada sesamanya. Di masa golden age, jika peran orang tua membahagiakan dalam kehidupan mereka, memori ini akan terkenang selamanya dan membawa pengaruh positif di kehidupan dewasa mereka kelak.

MUTIARA KATA

VSIcenter.com | Peluang Bisnis VSI | Veritra Sentosa Internasional | Veritra Pay | Habs Pro | Bisnis Ustadz Yusuf Mansur
VSIcenter.com | Peluang Bisnis VSI | Veritra Sentosa Internasional | Veritra Pay | Habs Pro | Bisnis Ustadz Yusuf Mansur